Kepala Bapenda Kutim: Rasanya Sulit Capai 50 Persen APBD dari PAD

oleh
Syahfur., S.Sos, M.Si Kepala Bapenda Kutim ( FOTO: Adi Sagaria)

SANGATTA. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur Syahfur, mengakui sulit untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk bisa meningkat hingga sampai 50 persen dari APBD Kutim, agar Kutim disebut sebagai daerah mandiri.

Menurut Syahfur, kitarasanya masih sulit untuk mengikuti Daerah lain seperti Kota Samarinda dan Kota Balikpapan, karena kota Jasa.Sumber PAD sangat tinggi, terutama dari pajak hotel dan lain sebagainya.
“Untuk meningkatkan PAD, agar mencapai 50 persen dari PAD, itu berat. Karena Kutim tidak sama dengan Kota Samarinda, sebagai kota jasa, dimana sumber PAD, memang besar,” katanya di Sangatta, Kamis, 1/12/3033
Hanya saja, meskipun sumber PAD kecil, namun PAD Kutim tiap tahun terus meningkat. Sekitar tahun 2014, hanya Rp30 miliar. Kini sudah meningkat hingga Rp100 miliar lebih. Artinya, meskipun kecil, namun terus meningkat.

“Tapi, tahun depan, kami akan mengerahkan semua sumber daya yang kami miliki untuk meningkatkan PAD. Termasuk melakukan pendataan, untuk menggali sumber-sumber PAD baru, penagihan dan sosialisasi agar wajib pajak membayar pajak,” katanya.

Diakui, untuk saat ini, persentasi PAD dalam APBD Kutim masih kurang dari 10 persen, tepatnya sekitar 4 persen. Namun pihaknya akan terus berupaya agar persentasi itu terus meningkat. “Kita akan terus berupaya meningkatkan PAD,” katanya.

Terkait kontribusi dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di PAD, Syahfur mengatakan hingga kini belum ada BUMD yang memberikan PAD. Termasuk PDAM yang masih eksis sekalipun. “Kita hanya mendapatan PAD dari hasil penyertaan modal di Bank kaltim- Tara senilai Rp6 miliar per tahun, sementara dari bank BPR, sekitar Rp700 juta per tahun,” katanya.
Sebelumnya, Asisten Ekomomi Pembangunan Zubair meminta agar Bapenda kerja keras untuk meningkatkan PAD, agar ke depan Kutim mandiri. Sebab suatu daerah dikatakan mandiri, jika PAD bisa mencapai 50 persen dari APBD mereka.

‘Kalau sekarang PAD masih sekitar 4 persen, maka Bapenda masih harus kejar 46 persen. Ini pekerjaan berat. Jangan hanya berpatokan pada pajak daerah, tapi harus perfikir keluar, bagaimana meningkatkan PAD, dengan meningkatkan pendapatan dari Badan Usaha Milik daerah (BUMD). Sebab banyak hal yang bisa diusahakan BUMD di Kutim, yang bisa memberikan penghasilan yang besar, yang akan mampu memberikan PAD bagi daerah,” katanya. (ADV)

No More Posts Available.

No more pages to load.