Wabup Kutim Kasmidi Bulang: Saya Minta Maaf Tak Hadiri Pembukaan Pesta Adat Pelas Tanah

 

 

Sangatta, liputankutim.co – Wakil Bupati Kutai Timur H. Kasmidi Bulang mengatakan Pesta Adat Kutai Timur Pelas Tanah adalah, merupakan warisan budaya yang harus dipertahankan dan dilestarikan.

 

Menurut Wabup Kasmidi Bulang Pesta Adat Pelas Tanah yang setiap tahun diadakan adalah kegiatan seremonial budaya, yang didalamnya terdapat edukasi, sejarah dan dan hiburan

 

“Sebagai pemerintah pasti mensuport. Dan saya suport secara pribadi maupun secara kelembagaan dan sebagai wakil bupati kutai timur. Saya juga berterima kasih kepada pemangku adat”kata Wabup Kasmidi saat ditemui liputankutim.co, usai mengikuti rapat paripurna Penandatanganan Program Pembentukan Peraturan Daerah  ( Propemperda) Tahun 2022 dan Penyampaian Nota Penjelasan  Pemerintah Mengenai RAPBD Tahun 2022 di Gedung DPRD, Bukit Pelangi, Selasa, 23/11/2021

 

Wabup Kasmidi Bulang juga menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa hadir saat pembukaan Pesta Adat Pelas Tanah, kemarin, karena bersamaan dengan rapat pembahasan anggaran tahun depan.

 

“ Saya benar-benar minta maaf tak hadiri pembukaan pelas tanah. Karena pak bupati tidak ada ditempat dan saya pimpin rapat persiapan paripurna yang dilaksanakan hari ini. Jadinya tidak bisa hadir”kata Kasmidi Bulang.

 

Bahkan pembahasan bersama DPRD sampai tadi malam saya pimpin berlangsung sampai tadi subuh baru selesai.

 

Ia juga mengatakan Pemkab Kutai Timur tidak ada membeda-bedakan, justru dipersilahkan saja melakukan kegiatan, termasuk pesta adat pelas tanah yang merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan

 

Wabup Kasmidi Bulang yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kutai Timur, juga menjelaskan dirinya tidak ada sedikitpun merasa memiliki dendam masa lalu.

 

‘Saya orangnya clear pak, saya secara prinsip, makanya saya berani menyampaikan statment ini. Dan ketidak hadiran saya dipembukaan pesta adat kemarin betul-betul minta maaf”ujar Kasmidi Bulang.

 

“Insyah Allah saya akan berkomunikasi dengan  Kepala Adat Besar H. Abdal Nanang, karena beliau saya anggap juga orang tua saya”katanya( liku1/Sapta/*)